Jumat, 15 Maret 2013 - 06:50:18 WIB
Ibu Bercahaya: Inspirasi Keluarga Indonesia
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: METROPOLITAN


PT. Unilever Indonesia bersama Komunitas Ibu Bercahaya ingin jangkau 100.000 kader untuk melatih paling tidak 10 kader lainnya di sejumlah wilayah di Indonesia; sehingga pada akhirnya membuat 1.000.000 rumah bercahaya

Rest Kembang Goela,(Kabar-kini.com) – PT. Unilever Indonesia, sebagai salah satu penyedia rangkaian lengkap produk home care yang telah menemani banyak ibu Indonesia dalam merawat rumahnya, berinisiatif mendorong terbentuknya Komunitas Ibu Bercahaya (Bersih, Cermat, Ramah, dan Berdaya) sebagai gerakan kolektif untuk mewujudkan lingkungan rumah dan sekitar yang lebih baik. Untuk meresmikan komunitas tersebut, bertempat di Kembang Goela, Jakarta, PT. Unilever Indonesia hari ini mengadakan pelantikan 60 ibu angkatan pertama Komunitas Ibu Bercahaya, sebagai bentuk dukungan pemberdayaan wanita Indonesia untuk menjadi kader agen perubahan yang menginspirasi dan menularkan perilaku hidup bersih dan ramah lingkungan di keluarga dan masyarakat.

Berkaitan dengan pemberdayaan wanita Indonesia dan budaya hidup sehat untuk lingkungan, acara hari ini dihadiri oleh para tokoh yang mewakili sosok inspirasional, yaitu: Linda Amalia Sari Gumelar S.IP selaku Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Dr. Ir. Firdaus Ali, M.sc selaku Anggota Dewan Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta yang juga Ketua Indonesia Water Institute.

Ibu memegang peran luhur dan strategis dalam mewujudkan lingkungan sehat dan sejahtera. Tak hanya dalam lingkup keluarga, para ibu bahkan mampu memberi kontribusi besar dalam memajukan masyarakat dimana mereka tinggal. Dalam hal pendidikan keluarga, Ibu bersama suaminya terlibat dalam mendidik generasi penerus sekaligus menjadi cermin bagi anak-anaknya. Komunitas Ibu Bercahaya memberi kesempatan bagi para ibu untuk mengekspresikan peran tersebut dimana kemudian menciptakan lingkungan berkelanjutan yang dapat kembali dinikmati oleh keluarga mereka.

Maria Dewantini Dwianto, Corporate Communications Head dari PT. Unilever Indonesia mengatakan, “Ibu memiliki peran utama dalam ‘menyehatkan’ rumah tangganya; menjaga kebersihan rumah, memperhatikan asupan gizi anggota keluarga dan dalam saat yang bersamaan juga mengelola keuangan. Diluar wilayah domestik, banyak ibu yang juga berperan aktif dalam berbagai wadah kegiatan yang bertujuan memajukan kesejahteraan masyarakat seperti organisasi kewanitaan, pelayanan kesehatan, komunitas sosial lainnya ataupun tempat dimana dia bekerja. Bersama dengan Komunitas Ibu Bercahaya, PT. Unilever Indonesia mendorong pemberdayaan kaum ibu, yang memiliki visi yang sama dengan Unilever, yaitu meningkatkan kualitas hidup keluarga Indonesia seraya menggerakkan perubahan ke arah yang lebih baik untuk rumah dan lingkungan tempat tinggal mereka.”

Komunitas Ibu Bercahaya dalam menjalankan tugasnya sebagai agen perubahan dibekali dengan rangkaian produk home care dari PT. Unilever Indonesia, juga pengetahuan dan pelatihan-pelatihan yang bisa meningkatkan wawasan dan kemampuan mereka dalam menjadikan lingkungannya menjadi lebih baik. Setiap bulannya, PT. Unilever Indonesia memfasilitasi capacity building bagi kader yang dilengkapi dengan pembekalan mengenai empat pilar utama Ibu Bercahaya, yaitu; Bersih: mendorong para ibu untuk senantiasa berperilaku hidup sehat, Cermat: mendorong para ibu agar menjadi ibu rumah tangga yang cermat, salah satunya dalam hal penggunaan air dengan bijaksana, Ramah: mendorong para ibu untuk lebih peduli terhadap lingkungan melalui pengelolaan sampah, Berdaya: mendorong para ibu menjadi ibu rumah tangga yang berdaya melalui pembekalan yang berkontribusi terhadap peningkatan taraf hidup mereka dan keluarga.

“ Pada pelatihan pertama yang dilakukan hari ini, kader-kader Ibu Bercahaya diberikan bekal mengenai pentingnya pengelolaan air yang bertujuan menjamin ketersediaan air bersih. Sejumlah fakta tentang kondisi air dijabarkan untuk membangun kesadaran mengapa penggunaan air dengan bijak perlu dilakukan. Bersama sejumlah pakar dan fasilitator, para kader Ibu Bercahaya membahas tentang pembuatan sumur resapan, biopori, manajemen air kotor, penanaman pohon di lingkungan rumah dan sekitar dan cara-cara praktis penghematan penggunaan air dalam kehidupan sehari-hari, seperti dalam proses pencucian dimana kini pembilasan pakaian dapat dilakukan cukup dengan satu kali pembilasan dibandingkan pembilasan pada produk non-sekali bilas yang membutuhkan hingga tiga kali pembilasan, dan ketersediaan air siap minum dengan PureIt,” tambah Maria.

Anggota Dewan Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta yang juga Ketua Indonesia Water Institute, Dr. Ir. Firdaus Ali, M.sc yang hadir dalam acara pelantikan dan pelatihan kader pertama dari komunitas Ibu Bercahaya menuturkan, “Kesulitan air bersih kini tidak hanya dialami oleh daerah dengan curah hujan yang kecil, DKI Jakarta sebagai Ibukota Negara kerap mengalaminya juga. Jumlah populasi yang besar, ditambah dengan kurang tertibnya masyarakat dalam mengelola air, membuat krisis air terjadi atas 2 kondisi: kelebihan pada saat musim hujan, dan kekurangan sepanjang saat. Inisiatif PT. Unilever Indonesia menggandeng para ibu sebagai agen perubahan untuk mewujudkan lingkungan yang lebih baik merupakan upaya positif yang patut untuk didukung. Bila para kadernya benar-benar menerapkan gaya hidup yang sesuai dengan 4 pilar utama Ibu Bercahaya dan menularkannya pada ibu-ibu lain di sekitarnya, saya yakin lingkungan tempat tinggal yang lebih baik bagi kita semua bisa segera terwujud.”

Pada pelatihan pertama yang dilakukan hari ini, kader-kader Ibu Bercahaya diberikan bekal mengenai pentingnya pengelolaan air yang bertujuan menjamin ketersediaan air bersih. Sejumlah fakta tentang kondisi air dijabarkan untuk membangun kesadaran mengapa penggunaan air dengan bijak perlu dilakukan. Bersama sejumlah pakar dan fasilitator, para kader Ibu Bercahaya membahas tentang pembuatan sumur resapan, biopori, manajemen air kotor, penanaman pohon di lingkungan rumah dan sekitar dan cara-cara praktis penghematan penggunaan air dalam kehidupan sehari-hari, seperti dalam proses pencucian dimana kini pembilasan pakaian dapat dilakukan cukup dengan satu kali pembilasan dibandingkan pembilasan pada produk non-sekali bilas yang membutuhkan hingga tiga kali pembilasan, dan ketersediaan air siap minum dengan PureIt.

Untuk menyemangati para Ibu Bercahaya dalam menularkan perilaku hidup bersih dan ramah lingkungan ke lebih banyak ibu, PT. Unilever Indonesia memberikan penghargaan bagi kelompok kader yang telah merealisasikan perilaku hidup bersih dan ramah lingkungan secara baik dan berkelanjutan. Ibu Bercahaya juga akan berkesempatan untuk tampil di program Eat Bulaga yang ditayangkan di televisi nasional

Sejumlah kader yang hari ini dilantik juga akan terlibat dalam rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan perayaan Hari Air Sedunia tanggal 21-22 Maret 2013 mendatang. Pada perayaan yang dipusatkan di sekitar Kali Ciliwung ini, para kader akan turut serta membersihkan dan mengedukasi warga bantaran sungai bersama sejumlah komunitas dan pihak lainnya. Bersama Unilever melalui Produk Molto dan Pure It, di sana Ibu Bercahaya juga akan melakukan pelatihan untuk menjadi cermat dalam penggunaan air; mencuci pakaian sekali bilas dan informasi mengenai solusi air bersih layak minum yang aman, hemat dan ramah lingkungan.

.Pada tahun pertama perjalanannya, Komunitas Ibu Bercahaya berkeinginan untuk menjangkau 100.000 kader yang diarahkan untuk melatih paling tidak 10 kader lainnya di sejumlah wilayah di Indonesia; sehingga pada akhirnya membuat 1.000.000 rumah bercahaya. Untuk menjadi bagian dari Komunitas Ibu Bercahaya, Ibu dapat direkomendasikan oleh LSM, menghubungi Suara Konsumen Unilever 021-52995299, atau melalui situs www.ibubercahaya.com tanpa dipungut biaya.

“ PT Unilever bersama Komunitas Ibu Bercahaya mencanangkan program pembuatan 1 juta biopori dan bersama brand Molto mencanangkan program penghematan air sebesar 1 miliar liter air dalam setahun. Bersama komunitas ini, kami berharap dapat ikut berkontribusi dalam mewujudkan lingkungan yang lebih baik bagi keluarga Indonesia melalui pendayagunaan peran kaum ibu yang Bersih, Cermat, Ramah, dan Berdaya sebagai agen perubahan yang menularkan perilaku hidup bersih dan ramah lingkungan di keluarga dan masyarakat,” tutup Maria.(Warisman)


    Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
    2014 KABAR KINI .com - All rights reserved